Rabu, 17 September 2008

Ku Sapa Nada

Ku Sapa Nada

Jumat 31Agustus2007
jam 19.54wib-20.59wib
Ide abiz buka puasa 3 hari
My Private Room
Harry Sasongko Simple Mind Is LifE : ) SMILE

Ku Sapa Nada.

Lucu, menggemaskan setiap waktu aku melihatnya,
cantik, menawan hati tiap saat aku ada untuknya,
hangatnya pandangan mata itu untuk ku,
membuat luluh rasa yang ada,
semua penat terasa hilang,
sesaat senyumannya menyengat hati,
aku selalu ada di sampingnya,
menjaganya melindunginya membuat nada selalu merasa nyaman,
tingkah lakunya tak lepas dari pandangan ini,
sedari nada menangis, merangkak, berjalan, terjatuh dan berteriak mama papa,
indah dunia ini rasanya,
semuanya tak lepas akan karunia yang kuasa,
ku sapa nada, ku ajak dia bermain dan tertawa semuanya terasa ceria,
bahagia aku mengucapkan untuk mu selalu, Nada di hati.

Tersambar Kilat

Tersambar Kilat

3September2007 senin jam 01.15wib-01.38wib
My Private Room
Harry Sasongko Simple Mind Is LifE : ) SMILE

Tersambar Kilat

Seperti biasa aku mengawali hari ini dengan semangat 45 dan senyuman,
namun tak ada angin tak ada hujan aku bagaikan tersambar kilat di siang bolong,
yang membuat hatiku ini hancur berantakan tak berarti lagi,
ku tata rapi sedari tunas,
ku sirami hingga menjadi bunga,
ku beri pupuk biar tumbuh indah,
ku rawat dengan seksama dan ku jaga dengan baik2,
agar tidak lepas,
nasi tlah menjadi bubur,
busur panah tlah dilepas,
aku terlanjur tercebur,
aku terima dan terhempas,
biarlah busur panah itu lepas menembus awan tanpa batas,
hingga menancap target lajur,
aku akan ada di samping mu,
memberikan bayangan yang selalu datang pancaran sinar,
hitam bayangan itu,
rapuh bayangan itu,
nurut bayangan itu,
tapi putih hati bayangan itu,
yang dapat memberikan semangat,
untuk tetap memancarkan cahaya di dalam ke gelapan dan memberikan ke indahan.

TEMPAYAN RETAK

TEMPAYAN RETAK

Seorang tukang
air di India memiliki dua tempayan yang besar. Masing – masing bergantung pada
kedua ujung sebuah pikulan yang dibawanya menyilang pada bahunya. Satu dari
tempayan itu retak. Tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh
setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tapi tempayan
retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua
tahun, hal itu terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu
setengah tempayan air kerumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak
retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan
sempurna. Namun, si tempayan retak yang

malang

itu merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang
seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua
tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si
tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon
maaf kepadamu.”

“Kenapa?”
Tanya si tukang air. “Kenapa kamu merasa malu?”

“Saya hanya
mampu selama dua tahun membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat
saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya. Retakan itu membuat air menetes
di sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.”

Si tukang air
merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya ia berkata,
“Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga –
bunga indah di sepajang jalan.”

Benar juga.
Ketika mereka naik kebukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari
bahwa ada bunga – bunga indah si sepanjang sisi jalan. Pemandangan itu membuat hatinya sedikit
terhibur. Namun, pada akhir perjalanan, ia kembali bersedih karena separo air
yang dibawanya telah bocor.

Kembali ia
bersedih dan meminta maaf kepada situkang air atas kegagalannya. Si tukang air
berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga – bunga di
sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga si sepanhang jalan di sisi
tempayan lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan
kelemahan mud an aku memanfaatkannya. Aku selalu menanam benih – benih bunga si
sepanjang jalan di sisi mu. Setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata
air, kamu mengairi benih – benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat
memetik bunga – bunga indah itu untuk menghiasi meja majikan kita. tanpa kamu
dengan keadaan mu, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah
sekarang ini.”